Expect Big: Saat Tuhan Menjawab Lebih dari yang Saya Bayangkan
Awalnya aku ikut retret pencurahan Roh Kudus karena ada keinginan untuk melatih iman dan belajar supaya bisa lebih peka dan dekat dengan Roh Kudus.
Aku juga penasaran sebenarnya apa itu pencurahan Roh Kudus dan seperti apa tanda-tandanya. Tapi dari awal aku sebenarnya tidak punya ekspektasi yang besar. Aku hanya berpikir kalau memang Tuhan mengizinkan aku mengalami pencurahan Roh Kudus ya puji Tuhan, tapi kalau belum, mungkin memang belum waktunya dan aku tetap bisa belajar serta memperdalam iman.
Selama mengikuti rangkaian acara seperti adorasi dan misa sebelum malam pencurahan, aku cuma terus berdoa dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Sampai waktu pengajaran, ada satu kalimat yang cukup melekat di pikiranku, yaitu “expect big”, bahwa kalau kita meminta kepada Roh Kudus kita juga perlu percaya dan berharap besar pada Tuhan. Kalimat itu terus teringat sampai malam pencurahan Roh Kudus.
Waktu aku maju untuk didoakan, aku hanya bilang dalam doa kalau aku ingin menerima urapan dari Tuhan dan merasakan api kemuliaan Roh Kudus. Saat panitia menumpangkan tangan dan berdoa, aku tiba-tiba jatuh dan langsung menangis. Di momen itu aku diingatkan tentang dosa-dosa yang pernah aku lakukan, tapi di saat yang sama aku juga merasakan bahwa Tuhan itu baik sekali. Seberapa pun kesalahan yang kita lakukan, Tuhan tetap mau mengampuni dan menerima kita kembali.
Tangisan itu juga seperti mengeluarkan banyak emosi yang selama ini aku pendam, jadi setelahnya rasanya lega sekali. Di saat itu juga aku merasa seperti diberi hikmat untuk bisa berbahasa roh saat berdoa kepada Tuhan. Pengalaman itu membuat aku benar-benar tersentuh oleh kasih Tuhan.
Setelah pengalaman itu, aku ingin terus belajar mengandalkan Tuhan, tetap berdoa, percaya, dan berusaha. Apa pun yang terjadi dalam hidupku, baik sulit maupun menyenangkan, aku mau percaya bahwa semuanya adalah bagian dari rencana Tuhan untuk membentuk hidupku menjadi lebih baik.
-Verlyn, 2025