Mau mengandalkan Tuhan

Ini adalah cerita pengalamanku selama mengikuti retret PRK. Di sini aku ngerasa deg-deg-an sekaligus bersemangat sebelum berangkat.


Selama 3 hari retret PRK ini, aku ngerasa tenang dan damai karena jauh dari suara-suara kebisingan lalu lintas. Lalu selama retret juga aku tidak memegang HP kecuali hidupin alarm saja. Itu sebuah apresiasi untuk aku, karena selama ini aku tidak bisa jauh/lepas dari HP. Dan selama retret ini juga aku ngerasa tertampar sama pengajaran dan workshop yang sangat menyadarkanku. Selama ini aku ngerasa, apa-apa bisa sendiri dan tidak butuh bantuan orang lain apalagi Tuhan. Aku juga beberapa bulan ini jauh dari Tuhan dan jarang misa ke Gereja. Jika ada masalah, aku lari nya ke hal-hal duniawi. Contohnya nonton drama sampai lupa waktu dan itu semua ternyata adalah keegoisan dan kesombonganku.


Saat adorasi aku ngerasa sejuk, ada ketenangan dan kedamaian. Lalu waktu Lectio Divina, aku benar-benar membaca dan memahami kata per kata dalam ayat yang dikasih dan dari semua ayat itu; semuanya ngena di aku. Pengajaran, workshop, adorasi dan Lectio Divina ini mengubah mindset-ku menjadi pribadi yang mau mendengarkan dan mau diajarkan, percaya, mengandalkan dan bergantung/bersandar kepada Tuhan (menerima Tuhan sebagai pusat dalam hidup, mengikuti Tuhan dan meninggalkan cara hidup lama).


Terus untuk kedepannya aku ingin memulai dari hal-hal kecil dulu. Seperti hidup dalam doa, lebih rajin lagi misa ke Gereja, dan lebih rajin lagi ikut PD.


-Ria, 2025

Leave a Reply