Main game bisa termasuk berhala
Awalnya aku ikut untuk mengisi hari libur dengan kegiatan positif. Tapi waktu pembukaan, aku kaget karna ada silencium untuk persiapan hati. Bagiku, itu cukup sulit dijalankan, bahkan hari pertama aku masih main game di kamar. Aku kaget lagi, karena dari pengajaran aku baru tahu kalau main game itu bisa termasuk sebagai berhala. Akhirnya saat adorasi aku memutuskan untuk mengaku dosa.
Tibalah saat pencurahan Roh Kudus, aku kaget lagi melihat teman-teman yang menangis histeris dan aku sempat merinding. Waktu giliranku maju, awalnya aku heran karna tidak terasa apa-apa. Aku tetap fokus doa, dan tanpa terasa air mata menetes. Yang aku rasakan adalah kehangatan dan rasa damai di hati. Resolusiku: mengurangi main game, dan menjual akunnya.
-Dion, 2025