Fear and shame vs courage and surrender

Waktu PRK kemarin, di sesi pertama pengajaran itu, pengajarnya (CL, anggota Komunitas) bilang ke peserta untuk ‘expect big’. Aku bener-bener ga tau what to expect karena aku datang ke PRK dengan banyak pikiran (overthinking), jadi aku bilang ke diriku “wes ntar aja ngisinya (menulis harapan) siapa tau nanti sambil jalan Roh Kudus ngasih inspirasi”.


Selama PRK kemarin banyak Lectio Divina dari ayat-ayat yang berhubungan dengan Roh Kudus. Aku tersentuh sama ayat dari Filipi 2:7-8 “melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” Pas baca ayatnya aku mikir Yesus aja yang 100% Allah mau merendahkan dirinya sampai mati di kayu salib. Dan akhirnya tersadarkan dengan lukaku yaitu ‘fear’ dan ‘shame’. Aku tipe orang yang peduli dengan pandangan orang lain terhadap aku, berarti aku perfeksionis, takut & ga mau dilihat jelek sama orang lain. Tapi itu yang Roh Kudus ga mau. 


Kalau aku benar-benar pengen hidup full bergantung sama Roh Kudus, aku harus jadi orang yang rentan a.k.a melunakkan hati supaya Roh Kudus bisa menembus hatiku. Akhirnya ‘expect big’ yang aku minta di PRK kali ini yaitu ‘courage & surrender’ dan langkah konkritnya stop overthinking dan lakukan apa yang Roh Kudus mau karena Roh Kudus itu simple, tidak complicated. Buah yang aku dapat setelah pulang dari PRK kemarin adalah: Lebih mudah menyerahkan segala situasi ke tangan Roh Kudus.


-SS, 2025

Leave a Reply