Cinta Tuhan yang jauh melampaui keterbatasan saya

Setelah pulang dari KKN, saya masih memiliki beberapa hari untuk tinggal di Surabaya. Kebetulan saya pulang pada hari Sabtu dan baru kembali ke Jogja hari Jumat berikutnya. Itu berarti saya masih sempat mengikuti Persekutuan Doa (PD) di hari Kamis. Ternyata, pada hari itu pengajaran tentang Roh Kudus, sekaligus ada tawaran untuk mengikuti retret.

 

Awalnya, saya langsung merasakan kerinduan yang besar untuk ikut. Namun, keinginan itu juga diiringi banyak pertimbangan: soal waktu, biaya, tenaga, dan berbagai hal yang harus saya tinggalkan di Jogja bila memutuskan ikut retret. Tetapi hari demi hari, kerinduan itu semakin kuat. Ada suara di hati saya berkata, “Kalau tidak sekarang, kapan lagi kamu akan mengikuti retret ini?” Akhirnya, setelah berbicara dengan keluarga dan teman-teman, saya semakin mantap. Pekerjaan saya belum terlalu padat, jadi saya pun menjawab “Ya” untuk ikut retret ini. Hati saya dipenuhi sukacita, terutama ketika hari Jumat tiba.

 

-Alphonsus, 2025

Leave a Reply