Merasakan nikmatnya dicintai Tuhan
Sebelumnya saya tidak pernah berfikir untuk mendapatkan pencurahan Roh Kudus awalnya, karena tujuan saya ikut PRK ialah mencari jawaban tentang kejadian-kejadian yang terjadi di hidup saya setahun belakangan ini.. karena saya dulu, mungkin sekitar satu tahun lalu, pernah sangat membenci Tuhan karena begitu banyak hal yang sangat menyakitkan bagi saya. Setelah itu, ada suatu peristiwa yang membuat saya merinding di saat saya misa, pada saat konsekrasi. Setelah kejadian itu saya selalu mendapatkan hal-hal yang menurut saya sangat mustahil jika itu cuma kemampuan saya dan setelah saya resapi, hal-hal itu yang membuat saya yakin dan merasa “Wah aku yakin Tuhan bersamaku iniā, karena bagi orang normal itu ga mungkin, tapi bersama Tuhan hal yang ga mungkin menjadi mungkin. Dan singkat cerita ada acara PRK ini, dan sebelum PRK saya memang sudah menyayangi Tuhan dan memasrahkan semua keadaan saya ke Tuhan, tapi saya masih sangat belum bisa untuk pengakuan dosa.
Saat hari pertama mulai acara PRK jujur semua Injil yang diberikan adalah jawaban & tamparan bagi saya, dan di saat adorasi pertama entah kenapa saya merasa sakit sekali di dada dan membuat saya teringat dosa-dosa saya dan hal-hal yang sangat menyakitkan buat saya, sampai membuat saya menangis. Di saat itu entah kenapa saya memutuskan untuk pengakuan dosa. Dan baru pertama kali itu saya pengakuan dosa sampai menangis dan setiap doa yang saya ucapkan terasa sangat berat dan bener-bener menyakitkan. Tetapi setelah itu saya merasa lega sekali. Juga, setiap pelajaran yang diberikankan selama PRK bener-bener menjadi tamparan buat saya. Dari pembelajaran terakhir oleh Ko Hanny (kalau ga salah Lukas 15 : 11 32 Perumpamaan tentang anak yang hilang) saya mendapatkan jawaban itu: “saya adalah seorang anak yang telah mati dan menjadi hidup kembali”. Itu adalah ayat yang bener-bener menjawab semua pertanyaan saya.
Lalu saat doa pencurahan Roh Kudus, inilah moment yang bener-bener membuat saya sekarang sangat mencintai Tuhan melebihi dari saya mencintai diri saya sendiri. Karena di saat momen pencurahan saya merasakan suatu hal yang benar-benar membuat saya sampai tidak bisa berkata apa-apa… Karena saya merasa seperti lahir kembali, terhapuskan dosa-dosa saya, dan Tuhan itu seperti memeluk saya kembali seperti anak kecil yang baru merasakan nikmatnya dicintai Tuhan. Dan menurutku inilah hal besar yang saya dapat. Tuhan tidak hanya memberikan saya jawaban tentang semuanya, tapi Tuhan mengampuni saya, dan saya merasakan sangat damai, tenang dan bener-bener merasa, sekarang saya harus hidup sejalan dengan Tuhan dan dibimbing oleh Roh Kudus di setiap langkah saya walaupun itu berat; namun selama ada Roh Kudus saya yakin, saya bisa melewati itu semua. Amin
-Rendy, 2025