Anak-Ku, kamu sungguh berharga di mata-Ku
Awalnya sempat mikir berulang kali, karena ada rasa takut kalau tempat kerja tidak mengizinkan buat cuti di hari Sabtu. Setelah merenung dan di-follow up terus dari anggota Komunitas, akhirnya memutuskan untuk coba izin, dan hanya hitungan jam ternyata langsung di-acc.
Dalam permenunganku aku juga flashback mengenai resolusi apa yang aku buat di awal tahun 2025 itu. Salah satunya yaitu aku mau lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Aku memutuskan join juga karena ada rasa dari dalam hati untuk berjumpa dengan Tuhan.
Di sini diriku benar-benar belajar buat membaca, mengambil inti, dan merenungkan sebuah bacaan di Alkitab. Juga ada silentium yang adalah tantangan terberat buat diriku. Kemudian, aku menuliskan harapanku: “Mengetahui bahwa diriku berharga di mata Tuhan. Jadi tidak perlu klaim pengakuan dan klarifikasi dari orang lain.” Hal yang aku rasa menghalangiku: “Overthinking dan ragu-ragu takut keliru pada saat mau ambil keputusan besar dalam hidup.” Aku juga mengharapkan agar aku semakin peka terhadap Roh Kudus yang mau turut serta ambil bagian dalam kehidupanku.
Pengalaman saat PRK langsung berasa sangat beda suasana saat kita awal puji-pujian. Pada saat maju untuk didoakan, kaki dan tangan gemetar semua, dan yang paling luar biasa, yang sebelumnya aku ga bisa percaya akan hal seperti ini, ternyata aku mengalaminya sendiri. Di situ Tuhan berbicara kepadaku lewat Roh Kudus: “Anakku, kamu sungguh berharga di mata-Ku, bahkan sejak dirimu dilahirkan. Tidak ada siapapun yang dapat merendahkanmu! Tidak perlu khawatir, lepaskanlah! Datanglah pada-Ku! Teruslah menebarkan kebaikan dan wartakan suka cita!”
Setelah acara PRK diriku langsung berasa lega, tenang, dan damai. Bahkan suasana di sekitarku semua orang juga penuh dengan suka cita. Kesimpulan, Tuhan telah mengasihi dan menganggap kita (manusia) sangat berharga di mata-Nya. Bahkan sejak kita dilahirkan. Tuhan menciptakan kita menurut gambar dan rupa-Nya (Kej 1:26).
-Theo, 2025